Tempe Lebih Banyak Mengandung Isoflavon Dari Susu Kedelai

posted in: Informasi | 0

Isoflavon merupakan salah satu kandungan yang dimiliki oleh kedelai. Sebagai antioksidan, isoflavon dapat membantu daya tahan tubuh dalam menghadapi radikal bebas. Dalam kaitannya dengan gula darah, konsumsi olahan berbahan kedelai dengan dosis dan pola hidup yang tepat dapat membantu menjaga kadar gula darah karena isoflavon ikut bekerja dalam pelepasan insulin serta membantu menurunkan resistensi insulin. Selain itu masih banyak lagi penelitian yang menunjukkan manfaat positif isoflavon terhadap kolestrol dan osteoporosis.

Kedelai mengandung senyawa isoflavon glikosida yang memiliki struktur lebih kompleks dan perlu mengalami proses biokimiawi untuk menyederhanakan strukturnya agar mudah diserap oleh tubuh. Isoflavon glikosida akan disederhanakan menjadi aglikon selama proses fermentasi dan hidrolisis kimiawi. Genistein merupakan salah satu bentuk isoflavon aglikon yang banyak ditemui pada produk kacang – kacangan.

Muammar Fawwaz, Ayu Natalisnawati, dan Muzakkir Baits dalam jurnal berjudul Determination Of Isoflavon Aglicone In Extract Of Soymilk And Tempeh melakukan sebuah penelitian yang bertujuan untuk menentukan kadar genistein pada ekstrak susu kedelai dan tempe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan genistein pada ekstrak tempek jauh lebih banyak daripada pada ekstrak susu kedelai. Pada 50 gram ekstrak tempe terdapat kandungan genistein sebanyak 5.519%  dan pada 500 mL susu kedelai hanya terdapat 0.613% kandungan genistein.

Menurut Muammar Fawwaz, Ayu Natalisnawati, dan Muzakkir Baits (2017), kadar  genistein  ekstrak  tempe yang jauh lebih tinggi dibandingkan susu  kedelai ini  membuktikan bahwa  proses fermentasi mampu melepaskan ikatan gula pada isoflavon glikon sehingga menghasilkan  aglikon seperti genistein.

 

Sumber Referensi

Fawwaz, M, Ayu Natalisnawati, dan Muzakkir Baits. 2017. Determination Of Isoflavon Aglicone In Extract Of Soymilk And Tempeh. Dalam Jurnal Teknologi Dan Manajemen Agroindustri Volume 6 No 3: 152 – 158 Tahun 2017. Makassar : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia.

Leave a Reply